Minggu, 22 Februari 2009

SUARA HATI SEORANG ISTERI

P AP I - ,

SAMPAI KAPANKAH SENYUM ANAK ITU BERTAHAN??





Biodata keluarga :

ARIF ISLAM , umur 37 tahun
EVI Fitriyanti , umur 31 tahun ( Istri )
Hanif Nabalah - FAZA, umur 5 tahun ( anak ke-1 ) Laki-laki
Thalita Kalishah - HANUM, umur 3 tahun ( anak ke-2 ) Perempuan
Azka Muhammad - ZIDAN , umur 2 tahun ( anak ke-3 ) Laki-laki


PERJUANGAN MENEGAKAN PERJANJIAN KERJA BERSAMA BELUM USAI

Saya merasa bangga dapat melaksanakan AMANAH anggota dalam memperjuangkan hak-haknya, karena Anggota telah memilih saya sebagai Ketua Serikat Pekerja Angkasa Pura 1 Bandara Sepinggan Balikpapan.

Akibat PHK dari Angkasa Pura 1, Setelah melakukan Agenda Kegiatan Serikat Pekerja dalam Penegakan Perjanjian Kerja Bersama di PT ( Persero ) Angkasa Pura 1.
Dalam kehidupan sehari harinya :

Banyak rencana yang sudah Kami susun dari jauh – jauh hari , menjadi berantakan karena berita yang datang tanpa Prosedure .Yaitu Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak dan tiba tiba tanpa ada proses yang jelas.Walaupun Saya sudah mengirim Surat penolakan pada tanggal 9 Mei 2008. Sejak tgl 7 Mei 2008 Hak penghasilan langsung diputus.Ini sangat tidak adil disebabkan AROGANSI Direksi Angkasa Pura 1.
Memang sungguh beban berat bagi saya untuk memberi pengertian kepada Keluarga, tapi Saya akan mencoba bertahan dalam perjuangan ini. Walaupun ????.

Saya sangat terpukul manakala Anak-anak menanyakan “ Kapan pergi ke tempat Embah ke Semarang ? ( Karena kami sudah merencanakan sejak lama dan sudah mempunyai tiket PP Balikpapan – Semarang tertanggal 25 Aril 2008 berlaku 1 bulan, maksud hati ingin memperkenalkan Keluarga kecil kami kepada sanak saudara disana, Maklum anak kami yg ke 2 dan 3 belum pernah ke Semarang bertemu dengan Embahnya).Dikarenakan Penghasilan dihentikan maka Kami harus menghitung ulang untuk kehidupan sehari hari, walaupun harus mengorbankan 10 Balikpapan – Semarang PP tiket yang sudah ada.
Sampai dengan waktu ini untuk mewujudkan rencana itu menjadi tidak jelas lagi.Sementara Anak Anak sudah berkhayal bertemu dengan Embahnya, namun Kami masih bisa mengalihkan untuk sementara dengan alasan Sibuk bekerja.TAPI SAMPAI KAPAN ?????


Dari sisi Istri :
Ketika Suami saya mendapat surat PHK dari Direksi Angkasa Pura 1, saya sedang berdinas memandu Lalu Lintas Udara, karena saya seorang ATC yang berdinas di Tower. Saya sangat shok ketika mengetahui hal tersebut namun saya berusaha menutupinya, karena saya sedang bertugas memandu keselamatan penerbangan, walaupun sungguh sangat berisiko dengan kondisi jiwa saya yang terpukul.

Selang beberapa hari kemudian saya dihadapkan pada Team Departemen Perhubungan untuk dimintai keterangan seputar kegiatan suami saya dalam melakukan Mogok Kerja.Saya memberikan keterangan sesuai yang saya ketahui :

Bahwa suami saya tidak pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Serikat pekerja Angkasa Pura 1 Balikpapan, namun Beliau dipilih oleh Anggota sehingga Beliau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Agenda Serikat Pekerja adalah merupakan AMANAH anggota.

Saya sedih ” Mengapa orang yang menegakkan kebenaran dan melaksanakan amanah anggotanya dalam memperjuangkan masa depan perbaikan kesejahteraan diperlakukan secara tidak ADIL, padahal hasil perjuangannya dinikmati SELURUH KARYAWAN ANGKASA PURA 1.

Namun dalam keyakinan saya bahwa KEBENARAN pasti akan datang di kemudian hari, dan saya hanya bisa Berdoa kepada ALLAH agar suami saya bisa bekerja seperti sedia kala.

Sementara didalam melakukan pekerjaan sebagai Pemandu Lalu Lintas Udara saya sekarang ini selalu didampingi oleh rekan kerja atau ( Under Supervition), karena dikhawatirkan bila saya kurang konsentrasi dalam memandu pesawat yang dapat mengakibatkan keterancaman keselamatan penerbangan. Saya menjadi tidak Nyaman dalam bekerja.Apakah seperti ini yang saya harus tanggung juga.?

Yang bisa saya lakukan adalah memberi dorongan kepada suami saya agar sabar dan tawakal menerima Ujian dari ALLAH, dan saya berpesan pada Suami saya :

”PAPA JANGAN PUTUS ASA DALAM BERJUANG, KARENA APA YANG MENIMPA KITA SEKARANG INI ADALAH DALAM RANGKA MENEGAKKAN KEBENARAN DAN KITA AKAN HADAPI BERSAMA”

Kalaupun saya harus menjerit dan mengadu, harus kepada Siapa ?
Akhirnya Saya hanya bisa PASRAH DAN KAMI SERAHKAN KEPADA ALLAH MAHA KUASA DAN ALLAH YANG MAHA TAHU.

Balikpapan, medio JUNI 2008.
Istri Tercinta

TTD

EVI FTRIYANTI

1 komentar:

  1. BERTAHANLAH KAWAN....AKU YAKIN BAHWA KEBENARAN SELALU DATANG PADA HAMBA HAMBA YANG SELALU BERJALAN DI JALAN-NYA.
    JANGAN RAGU UNTUK TERUS MELANGKAH, KAWAN KAWAN SELALU MENUNGGU HASIL PERJUANGANMU.
    SENYUM KELUARGAMU ADALAH CAHAYA BAGI KAMI SEMUA
    KEMURUNGANMU ADALAH KESURAMAN MASA DEPANKU
    MAKA HIASILAH HARIMU DENGAN SENYUMAN
    UNTUK MENATAP HARI ESOK YANG AKAN PENUH DENGAN KEMENANGAN........

    BalasHapus